Selasa, 15 Mei 2018

TRANSFER DATA PARALEL



A. Pengertian Transfer Data Paralel


    Transmisi paralel, semua bit dari karakter yang diwakili oleh suatu kode di transmisikan secara serentak satu karakter setiap saat. Data dikirimkan terus menerus melalui jalur-jalur yang disediakan tersebut hingga semua data dapat terkirimkan.




    Pada transmisi paralel, beberapa bit (biasanya 8 bit atau satu byte / karakter) akan dikirim secara bersamaan pada saluran yang berbeda (kabel, saluran frekuensi) dalam kabel yang sama, atau radio jalan, dan disinkronisasi untuk sebuah jam. Perangkat paralel memiliki bus data yang lebih luas daripada perangkat serial sehingga dapat mentransfer data dalam kata-kata dari satu atau lebih byte pada suatu waktu. Akibatnya, ada percepatan dalam transmisi paralel bit rate lebih dari laju bit transmisi serial. Namun, percepatan ini adalah biaya versus tradeoff sejak beberapa kabel biaya lebih dari satu kawat, dan sebagai kabel paralel mendapatkan lagi, sinkronisasi waktu antara beberapa saluran menjadi lebih sensitif terhadap jarak. Waktu untuk transmisi paralel disediakan oleh sinyal clocking konstan dikirim melalui kawat terpisah dalam kabel paralel sehingga transmisi paralel dianggap sinkron.




B. Mode Transfer Data Paralel


    Terdapat 4 mode transfer data paralel yang dapat dilakukan dimana masing-masing mempunyai protokol tersendiri, yaitu :



  1. Sederhana (Simple).
  2. Sederhana dengan Strobe.
  3. Jabat tangan tunggal (Single Handshake).
  4. Jabat tangan ganda (Double Handshake).


C. Perbedaan Transfer Data Paralel


    1. Sederhana (Simple).


        Pada input / output sederhana, digunakan untuk transfer data dari perangkat atau ke perangkat yang selalu siap kapan saja data akan ditulis ke perangkat tersebut dan selalu siap untuk menerima data tersebut.


     2. Sederhana dengan Strobe.


         Pada input / output sederhana dengan strobe digunakan untuk mengatasi kelemahan transfer data sederhana, sebuah sinyal strobe dimanfaatkan untuk menandai kapan data yang valid tersedia.


     3. Jabat tangan tunggal (Single Handshake).


         Transfer jabat tangan tunggal adalah mode transfer data yang sederhana dengan strobe yang masih mempunyai kelemahan. Mode ini digunakan untuk dapat mengantisipasi hilangnya data karena terjadi kesalahan pada mode sederhana dengan strobe yang memiliki kelemahan dan memungkinkan akan adanya kesalahan, pertama ada kemungkinan data hilang atau tidak terambil  dan  yang  kedua  yaitu  adanya  kemungkinan sebuah data yang valid akan terambil lebih dari sekali oleh  penerima  data. Untuk menghindari masalah yang terjadi dapat dilakukan dengan diperlukan komunikasi atau percakapan antara pihak pengirim dan pihak pengirim penerima data.


      4. Jabat tangan ganda (Double Handshake).


          Transfer jabat tangan ganda  adalah   mode   yang   digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan   data  yang  terambil  lebih  dari sekali atau hilangnya data, karena bukan tidak mungkin dapat terjadi kesalahan. Hal ini dapat terjadi apabila  pihak  pengirim  memasukkan data ke jalur data, ternyata pihak penerima belum siap atau jalur data masih dipakai  oleh pihak penerima data untuk keperluan lain, maka data yang dimasukkan oleh pengirim akan menjadi kacau. Untuk mengantisipasi hal itu maka diperlukan suatu komunikasi  atau percakapan sebelum data diberikan.

TRANSFER DATA PARALEL A. Pengertian Transfer Data Paralel     Transmisi paralel, semua bit dari karakter yang diwakili oleh suatu kod...